Loading...

Sabtu, 02 Februari 2013

Futsal Coach

Bagi temen2 yang butuh pelatih futsal buat ngelatih SMP-SMA di daerah JABODETABEK silahkan bisa kontak ane aja di nomor 08987055672, 088210249369 / pin bb 213DAB9F Andreas Eka Yulianto. Soal harga bisa nego sama ane :) apa aja latihannya?
1. Endurance
2. Goalkeeping
3. Attacking
4. Defense
5. Movement
thank you :)



Senin, 12 Maret 2012

10 PELATIH SEPAK BOLA TERMAHAL

10. Roberto Mancini, Manchester City | £3.8 juta per tahun
9. Sir Alex Ferguson, Manchester United | £4 juta per tahun *
blog-apa-aja.blogspot.com
Jika sudah menandatangani kontrak barunya bersama Manchester United, Sir Alex akan langsung menempati posisi keempat dalam daftar ini karena gajinya akan mencapai £6.5m per tahun, ditambah £1 juta, yang menjadikannya sebagai pelatih keempat dengan bayaran tertinggi di Inggris.
8. Andre Villas-Boas, Chelsea | £4.3 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
7. Luiz Felipe Scolari, Palmeiras | £4.4 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
6. Carlo Ancelotti, Paris Saint-Germain | £4.9 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
5. Arsene Wenger, Arsenal | £6 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
4. Fabio Capello, Mantan Pelatih England | £6 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
3. Pep Guardiola, Barcelona | £8.7 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
2. Diego Maradona, Al Wasl | £9.9 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com
1. Jose Mourinho, Real Madrid | £11.2 juta per tahun
blog-apa-aja.blogspot.com.

Kode Etik Dalam Permainan Sepak Bola

  1. Datanglah sebelum pertandingan dimulai.
  2. Ikutilah peraturan-peraturan dengan baik.
  3. Berilah salam kepada lawan dan wasit sebelum dan sesudah pertandingan.
  4. Janganlah mengeluarkan kata-kata yang ksar atau kotor baikkepada lawan maupun kepada wasit.
  5. Janganlah bermain kasar sehingga dapat mencelakakan orang lain.
  6. Mintalah maaf bila berbuat salah.

TEKNIK-TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA

TEKNIK - TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah Menendang ( kicking ), Menghentikan atau Mengontrol ( stoping ), Menggiring ( dribbling ), Menyundul ( heading ), Merampas ( tacling ), Lemparan Kedalam ( trow – in ) dan Menjaga Gawang ( Goal Keeping ). Dibawah ini akan dijelaskan beberapa teknik Menendang, Menghentikan, dan Mengiring bola dalam permainan Sepakbola.

1. Menendang ( kicking ) Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), dan menembak kearah gawang ( shootig at the goal ). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.
A. Menendang dengan kaki bagian dalam.
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
@ Badan menghadap sasaran di belakang bola.
@ Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki
menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
@ kaki tending ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan.
@ setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow trow, ( gerakan
lanjutan ).
B. Menendang dengan kaki bagian luar
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
@ Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm,
ujung kaki menghadap kesasaran, dan lutut sedikit ditekuk.

@ kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap
kedalam.
@ kaki tending ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan.
@ Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar, dan tepat pada tengah –
tengah bola.
@ Gerakan lanjutan kaki tending diangkat serong kurang lebih 45 derajat
menghadap sasaran.
C. Menandang dengan punggung kaki
Pada umumnyamenendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan di
samping bola dengan ujung kaki menghadap kesasaran, kaki sedikit
ditekuk.
@ Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap
kedepan / sasaran.
@ Kaki tending tarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga mengenai
bola.
@ Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dsan tepat
pada tengah – tengah bola.
@ Gerakan lanjut kaki tending diarahkan dan di angkat kearah sasaran.

2. Menghentikan Bola ( Stopping ) Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
@ Kaki tumpu mengarah pada boladengan lutut sedikit ditekut.

@ Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan bagian dalam kaki
dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
@ Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata kaki.
@ Kaki penghenti mengikuti arah bola.
Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.

3. Menggiring Bola Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
@ Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
@ Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya
diayunkan kedepan.
@ Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/ didorong bergulir
kedepan.
@ Bola bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar bola dapat dikuasai
@ Pada waktu menggiring bolakedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah
penguasaan bola.
@ Pada saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah bola dan selanjutnya melihat
situasi kelapangan.

Senin, 08 Agustus 2011

Trik menggiring bola yang mudah

Disamping mengumpan, menggiring (dribbling) juga penting. Sebab, tidak selamanya Anda bisa mengumpan. Ketika Anda tidak menemukan teman yang bisa diumpan, Anda harus menggiring. Demikian pula ketika mengumpan akan berakibat offside, Anda bisa jadi harus menggiring. Menggiring pada dasarnya dibedakan menjadi dua: closed dribbling dan speed dribbling. Closed dribbling dilakukan dengan kontrol penuh atas bola, dilakukan ketika bola tidak benar-benar aman dari lawan kita. Pada closed dribbling, bola tidak boleh berada lebih dari 1 meter didepan kaki kita. Adapun speed dribbling hanya memiliki satu tujuan: kecepatan. Pada speed dribbling, kita menggiring bola dengan berlari secepat-cepatnya. Bisa dilakukan dengan menendang bola kedepan lalu kita kejar sekuat-kuatnya. Namun syaratnya, kita benar-benar bebas dari tekanan lawan.
Yang tidak bisa dipisahkan dari teknik menggiring adalah teknik menggocek (move). Menggocek dilakukan untuk menipu alias menghilangkan keseimbangan lawan atau sekadar untuk membuyarkan konsentrasi lawan.
Bagaimana menggiring dan menggocek yang baik, berikut ini beberapa tips praktis untuk itu.
Pertama: Jika Anda ingin membawa bola dengan cepat ke daerah kosong (tidak ada lawan), lakukanlah speed dribbling yakni dengan menendang bola lalu mengejarnya. Namun jika Anda membawa bola di sekeliling lawan, lakukanlah closed dribbling yakni dengan senantiasa menjaga agar bola tidak lebih dari setengah meter di depan Anda. Dalam melakukan closed dribbling, jangan menambah kecepatan dengan cara memperlebar langkah kaki Anda atau mendorong bola lebih jauh ke depan, akan tetapi tingkatkanlah frekuensi langkah kaki Anda.
Kedua: Jangan terlalu banyak menggiring di sepertiga lapangan Anda. Anda boleh lebih leluasa menggiring di sepertiga lapangan lawan.
Ketiga: Sewaktu menggiring, jika lawan membayangi Anda dari samping maka teknik berbalik (turning) seringkali bisa membantu Anda mengecohnya.
Keempat: Ketika Anda membawa bola dan ada lawan di depan Anda, sangat baik jika Anda tidak tergesa-gesa mengumpankan bola padahal Anda masih jauh darinya. Giringlah bola terlebih dahulu mendekati sang lawan, dan pada saat yang seakhir mungkin umpankanlah bola kepada teman. Dengan demikian, sang lawan pasti akan terlambat untuk bisa mengantisipasi bola tersebut. Namun, jika Anda terlambat dalam mengumpan maka sangat mungkin lawan akan bisa merebut bola dari kaki Anda.
Kelima: Sewaktu menggiring, jika lawan menghadang di depan Anda maka umpankanlah bola kepada teman atau lewatilah lawan yang menghadang tersebut. Terdapat banyak teknik untuk melewati lawan, yang pada prinsipnya adalah menjadikan lawan sulit bergerak mengejar bola, mati langkah, salah antisipasi, atau kehilangan keseimbangan. Diantara teknik-teknik tersebut adalah matthews move, menggunting (scissors move), step over, cruyf move, melewatkan di bawah kedua kaki lawan (nutmeg move), berpura-pura mau menendang (fake kick), berputar (spin move), mencungkil bola (sombrero move) dan elastico move.
Keenam: Anda boleh kehilangan bola asalkan mendapatkan ganti yang pantas untuk itu, seperti tendangan pojok, tendangan bebas, lemparan kedalam, atau bahkan tendangan penalti.
Ketujuh: Menggiring bisa dilakukan ke arah mana saja, termasuk ke arah belakang jika dianggap perlu, misalnya untuk mencari dan menciptakan konfigurasi yang lebih baik.
Kedelapan: Jika teman Anda yang sedang menggiring bola berada dalam kesulitan, segeralah datang membantu dengan cara mengambil posisi yang tepat untuk bisa diberi umpan.
Kesembilan: Anda bisa menciptakan ruang bagi teman Anda untuk menerima umpan secara leluasa dengan cara menggiring bola yang Anda kuasai sedemikian sehingga tercipta ruang itu atau dengan memancing lawan mengejar Anda sementara Anda menciptakan ruang bagi teman-teman Anda ketika itu. Namun, ini hanya disarankan jika Anda terampil dalam menggiring.
Kesepuluh: Para pemain yang bisa menggiring paling baik disarankan untuk di tempatkan di sayap, dengan harapan bisa menyibukkan para pemain lawan sehingga tercerabut ke tepi lapangan dan terciptalah ruang yang longgar di tengah lapangan.

Teknik Offensive Dalam Sepak Bola


Sepak Bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang tersebut, agar tidak kemasukan bola. Di dalam memainkan bola, setiap pemain diperbolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang yang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan tangan.
Kunci membangun tim yang kuat ada empat.

1.Kunci Pertama: tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect, itulah mengapa tim-tim besar yang sudah tersohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.
2.Kunci Kedua: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak.
3.Kunci ketiga, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih.
4.Keempat, harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepak Bola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.1.Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang berlebihan. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang.

Pola penyerangan adalah bentuk susunan pemain yang digunakan untuk mengadakan serangan ke daerah lawan agar dapat memasukkan bola ke gawang lawan. Tujuan penyerangan dalam permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan. Teknik permainan yang tinggi dan kontrol bola yang prima, kerja sama terjalin rapi, semangat yang tinggi, dan daya tahan tahan tubuh atau stamina yang baik menjadikan tim dapat memenangkan suatu pertandingan. Pola penyarangan yang digunakan harus dibuat sedemikian rupa dengan kombinasi serang yang bevariasi agar pihak lawan mendapat tekanan.
Pola penyerangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1. Melakukan gerakan tersusun
Gerakan tersusun ini harus dipelajari dan dipersiapkan secara matang oleh suatu tim, jika ingin dapat menerobos pertahanan lawan dan menciptakan gol. Gerakan-gerakan itu misalnya dari tendangan pertama, tendangan bebas, tendangan penjuru,dan lemparan ke dalam.
2. Pola bermain menghadapi pertahanan yang rapat
Teknik yang cocok untuk diterapkan dalam menghadapi pertahanan lawan yang rapat, adalah dengan operan langsung (wall pass).
3. Pola mencari ruang kosong
Seorang pemain harus pandai dalam mencari ruang kosong atau melepaskan diri dari penjagaan lawan. Hal ini bertujuan agar dapat melakukan operan-operan terobosan untuk melancarkan penyerangan.
Pola/ Strategi penyerangan dalam sepak bola ada beberapa macam, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Pola Penyerangan 4-4-2
Formasi 4-4-2 terdiri dari 4 pemain lini belakang (back), 4 pemain lini tengah (midfielder), dan 2 pemain lini depan (forward). Keempat back masing-masing adalah 2 center back, left back dan right back. Sementara di lini tengah terdapat 2 center midfielder, left midfielder, dan right midfielder.
Kedua center back boleh maju sampai paling jauh ke garis tengah lapangan. Dengan maju hanya sampai garis tengah, tim masih bisa berlindung pada aturan offside. Adapun jika center back maju melebihi garis tengah lapangan, tim menjadi tidak aman terhadap serangan balik lawan karena mereka tidak terkena aturan offside ketika bola masih berada di lapangan mereka sendiri. Meski demikian, pada saat-saat tertentu center back boleh maju sampai ke depan gawang, misalnya saat tim melakukan sepak pojok. Itupun setelahnya harus segera kembali ke tempat semula.
Pola 4-4-2 memang hanya memiliki 2 forward, namun tidak berarti bahwa tim dengan pola ini hanya menyerang dengan 2 orang di lini depan. Dalam pola 4-4-2, outside midfielder atau outside back (jika melakukan overlap) bisa maju ke lini depan. Dengan demikian, akan terdapat 4 orang penyerang sekaligus. Untuk itulah pola 4-4-2 adalah pola yang berubah menjadi 2-4-4 ketika menyerang. Belum lagi jika ditambah dengan majunya salah satu center midfielder persis di belakang kedua forward – dan ketika itu disebut sebagai offensive midfielder – maka akan terdapat 5 orang penyerang sekaligus.
Berikut ini contoh singkat bagaimana bertahan zonal defence dalam pola 4-4-2. Umpamakan kita adalah tim merah yang sedang bertahan, sedangkan lawan adalah tim biru yang sedang menguasai bola. Dalam contoh ini terjadi 4 aliran bola. Pertama-tama bola dipegang oleh kiper lawan lalu diumpankan kepada center back mereka. Dengan demikian bola berada di hadapan lini depan kita, di sisi tengah lapangan. Forward kita yang sebelah kiri (yang terdekat dengan bola) bergerak mem-pressure bola, di-cover oleh forward yang lainnya.
Dalam pola 4-4-2, bagaimanapun juga, melepas crossing (umpan silang) adalah salah satu kartu truf untuk bisa mencetak gol. Kita semua tentunya mengetahui persentase gol yang dihasilkan dari crossing cukuplah besar. Hanya saja, harus dipahami bahwa bola crossing selalu bersifat ‘fifty-fifty’. Untuk bisa mengubah cross menjadi gol, barisan penyerang kita harus menang berduel dengan barisan pertahanan lawan.
Karena sifatnya yang demikian, ketika sebuah crossing hendak dilepaskan, barisan pemain yang akan menyambut bola crossing haruslah betul-betul siap di depan gawang. Disamping itu, para pemain penyambut bola cross inipun harus betul-betul berkualitas, handal dalam memenangkan bola-bola crossing. Jika tidak, seperti yang sering saya lihat, bola-bola crossing terasa sia-sia dan bahkan terkesan buang-buang bola saja. Kenapa saya bilang buang-buang bola? Karena ketika bola belum di-cross, bola itu sepenuhnya (100%) masih ada dalam penguasaan kita. Dengan melepas crossing, bola tersebut berubah menjadi bola 50%-50%, yang kemudian bisa menjadi milik kita atau milik lawan.
2.Pola Penyerangan 3-3-3 (sistem dengan libero)
Dapat dibandingkan dengan sistem 1 – 4 – 3 – 3, perbedaan utama ialah susunan barisan pertahanan. Seorang centre vack tidak berdampingan, melainkan masing-masing muka belakang. Pemain yang paling belakang prinsipnya tidak menjaga seorang lawan pun, tetapi untuk membantu semua teman-temannya dan melindungi daerah berbahaya.
Demikianlah prinsipnya ia akan menjadi pemain yang bebas, maka disebut libero. Cara melakukannya :
1.Dari posisi belakang libero mempunyai pandangan yang baik terhadap permainan, dapat mengontrol seluruh pertahanan.
2.Dengan posisi permainan yang baik, maka penyerangan yang langsung dari lawan ke arahnya dengan mudah dapat digagalkan dengan suatu gerakan yang pasti.
3.Apabila tugas libero hanya dibatasi untuk keaktifan bertahan, maka sistem ini akan rusak.
4.Libero harus tidak boleh dipandang sebagai pembersih.
5.Organisasi pertahanan dengan sistem libero mempunyai banyak kekuatan untuk membangun permainan dan memimpin penyerangan. Di dalam situasi yang memungkinkan libero dapat bergerak maju ke depan untuk turut menyerang tanpa memikul suatu risiko, karena ia tidak dipaksa memperhatikan seorang lawan.



Rabu, 27 Juli 2011

kaka, player who always rely on God in his life (English version)

Kaká
Kaká vs Real Sociedad 2011.jpg
Kaká with Real Madrid in February 2011
Personal information
Full name Ricardo Izecson dos Santos Leite
Date of birth 22 April 1982 (age 29)
Place of birth Brasília, Brazil
Height 1.85 m (6 ft 1 in)
Playing position Attacking midfielder
Club information
Current club Real Madrid
Number 8
Youth career
1994–2000 São Paulo
Senior career*
Years Team Apps (Gls)
2001–2003 São Paulo 59 (23)
2003–2009 Milan 193 (70)
2009– Real Madrid 39 (15)
National team
2002– Brazil 82 (27)

Ricardo Izecson dos Santos Leite (Portuguese pronunciation: [ʁiˈkaɾdu iˈzɛksõw duˈsɐ̃tus ˈlejtʃi]; born 22 April 1982), commonly known as Kaká, is a Brazilian football midfielder who currently plays for Spanish La Liga club Real Madrid and the Brazilian national team. Kaká started his footballing career at the age of eight, when he began playing for a local club. At the time, he also played tennis, and it was not until he moved on to São Paulo FC and signed his first professional contract with the club at the age of fifteen that he chose to focus on football.
In 2003 he joined Milan for a fee of €8.5 million. While at Milan, Kaká won the Ballon d'Or and FIFA World Player of the Year awards in 2007. After his success with Milan, Kaká joined Real Madrid for a world record fee of £56 million, smashing the previous record of Zidane, £49 million. Kaká's record was later broken by Cristiano Ronaldo when he joined Real Madrid for a fee of £80 million. In addition to his contributions on the pitch, Kaká is known for his humanitarian work. In 2004, by the time of his appointment, he became the youngest ambassador of the UN' World Food Programme.
Early life
Ricardo Izecson dos Santos Leite was born in Brasília to Bosco Izecson Pereira Leite (a civil engineer) and Simone dos Santos (an elementary school teacher).  He had a financially secure upbringing that allowed him to focus on both school and football at the same time. His younger brother Rodrigo (best known as Digão) and cousin Eduardo Delani are also professional footballers.
When he was seven, Kaká's family moved to São Paulo. His school had arranged him in a local youth club called "Alphaville," who qualified to the final in a local tournament. There he was discovered by hometown club São Paulo FC, who offered an assignment.
At the age of 18, Kaká suffered a career-threatening and possibly paralysis-inducing spinal fracture as a result of a swimming pool accident, but remarkably made a full recovery. He attributes his recovery to God and has since tithed his income to his church.

Club career

São Paulo

Kaká began his career with São Paulo at the age of eight. He signed a contract at fifteen and led the São Paulo youth squad to Copa de Juvenil glory. He made his senior side debut on 1 Feb 2001 and scored 12 goals in 27 appearances, in addition to leading São Paulo to its first and only Torneio Rio-São Paulo championship, in which he scored two goals in two minutes as a substitute against Botafogo in the final, which São Paulo won 2–1.
He scored 10 goals in 22 matches the following season, and by this time his performance was soon attracting attention from European clubs. Kaká made a total of 58 appearances for São Paulo, scoring 23 times.

Milan

 

Kaká and former Brazilian President Lula.
The steady European interest in Kaká culminated in his signing with Italian club AC Milan in 2003 for a fee of €8.5 million, described in retrospect as "peanuts" by club owner Silvio Berlusconi. Within a month, he cracked the starting lineup, and his Serie A debut was in a 2–0 win over Ancona. He scored 10 goals in 30 appearances that season, as Milan won the Scudetto and the UEFA Super Cup.
Kaká was a part of the five-man midfield in the 2004–05 season, usually playing in a withdrawn role behind striker Andriy Shevchenko. He scored seven goals in 36 domestic appearances as Milan finished runner-up in the Scudetto race. Despite Milan losing the 2004–05 Champions League final to Liverpool on penalties, he was nonetheless was voted the best midfielder of the tournament.
2005–06 saw Kaká score his first hat-tricks in domestic competition. On 9 April 2006, he scored his first Rossoneri hat-trick against Chievo; all three goals were scored in the second half. The following season, he scored his first Champions League hat-trick in a 4–1 group stage win over the Belgian side Anderlecht.
Andriy Shevchenko's departure to Chelsea for the 2006–07 season allowed Kaká to become the focal point of Milan's offense as he alternated between the midfield and striker positions. He finished as the top scorer in the 2006–07 Champions League campaign with ten goals. One of them helped the Rossoneri eliminate Celtic in the quarter-finals on a 1–0 aggregate, and three others proved fatal for Manchester United in the semi-finals, despite Milan losing the first leg.
Kaká in Moscow
Kaká added the Champions League title to his trophy case for the first time when Milan defeated Liverpool on 23 May 2007. Though he went scoreless, he won a free kick that led to the first of Filippo Inzaghi's two goals, and provided the assist for the second. For his stellar play throughout the competition, he was voted the Vodafone Fans' Player of the Season in a poll of over 100,000 UEFA.com visitors. On 30 August, Kaká was named by UEFA as both the top forward of the 2006–07 Champions League season and UEFA Club Footballer of the Year. played his 200th career match with Milan in a 1–1 home draw with Catania on 30 September, and on 5 October, he was named the 2006–07 FIFPro World Player of the Year. On 2 December 2007, Kaká became the eighth Milan player to win the Ballon d'Or, as he finished with a decisive 444 votes, long ahead of runner-up Cristiano Ronaldo. He signed a contract extension through 2013 with Milan on 29 February 2008.
Due to his contributions on and off the pitch, Time magazine named Kaká in the Time 100, a list of the world's 100 most influential people, on 2 May. On 14 October, he cast his footprints into the Estádio do Maracanã's sidewalk of fame, in a section dedicated to the memory of the country's top players. He won the honor again in 2009.
BBC reported on 13 January 2009 that Manchester City made a bid for Kaká for over £100 million. Milan director Umberto Gandini replied that Milan would only discuss the matter if Kaká and Manchester City agreed to personal terms. Kaká initially responded by telling reporters he wanted to "grow old" at Milan and dreamed of captaining the club one day, but later said, "If Milan want to sell me, I’ll sit down and talk. I can say that as long as the club don’t want to sell me, I'll definitely stay." On 19 January, Silvio Berlusconi announced that Manchester City had officially ended their bid after a discussion between the clubs, and that Kaká would remain with Milan. Milan supporters had protested outside the club headquarters earlier that evening, and later chanted outside Kaká's home, where he saluted them by flashing his jersey outside a window.

Real Madrid

Kaká with Real Madrid against Marseille in the UEFA Champions League
On 3 June 2009, Football Italia reported that newly-elected Real Madrid president Florentino Pérez had offered Milan a €68.5 million deal for Kaká, two days after the player had left for international duty with Brazil. Milan vice president Adriano Galliani did not deny the reports, and confirmed that he and Kaká's father, Bosco Leite, had traveled to Mexico to meet with La Volpe. "We had lunch and spoke about Kaká. I don't deny it. Negotiations exist, but a deal has yet to be done." On 4 June, Galliani told Gazzetta dello Sport that financial reasons were his motive for the talks with La Volpe. "We cannot allow [Milan] to lose €70 million [...] The reasons behind Kaká's departure would be economic." On 8 June, Milan and Real Madrid confirmed Kaká has moved to the Bernabéu on a six-year deal.
Kaká made his unofficial debut on 7 August 2009, in a 5–1 friendly victory against Toronto FC. He scored his first goal for Madrid during a pre-season match on 19 August 2009, in a 5–0 victory against Borussia Dortmund. Kaká later made his league debut on 29 August 2009 in a 3–2 win against Deportivo La Coruña. He scored his first goal, a penalty kick, on 23 September, in a 2–0 against Villarreal. On 5 August 2010, Real Madrid announced that Kaká had undergone a successful surgery on a long-standing left knee injury and would face up to four months on the sidelines. Kaká returned to training after a long lay-off and manager Jose Mourinho said that having Kaká back was like a new signing.
After an eight-month absence, Kaká returned to play by entering as a substitute for Karim Benzema on the 77th minute of a 3–2 victory over Getafe on 3 January 2011. He said he was "(...) happy for playing a game again and for stepping onto a pitch." His first league goal (and his first of the season) after his return from injury came with an assist from Cristiano Ronaldo on a 4–2 victory over Villareal on 9 January.
In March 2011 Kaká suffered from Iliotibial band syndrome which kept him sidelined for a few weeks. Kaka, after returning from injury, appeared in a convincing win over Valencia, scoring two goals.

International career

Kaká with Brazil
Kaká was called up for the 2001 FIFA World Youth Championship, but the Brazilians crashed out to Ghana in the quarter-finals. Several months later, he made his debut for the senior Brazil squad in a friendly match against Bolivia on 31 January 2002. He was part of the 2002 FIFA World Cup-winning squad, but played only 25 minutes, all of which were in the first round match against Costa Rica.
In 2003, Kaká was the captain for the 2003 CONCACAF Gold Cup tournament, where Brazil, competing with their under-23 team, finished as runner-up to Mexico. He scored three goals during the tournament. He was included in Brazil's squad for 2005 FIFA Confederations Cup in Germany. He appeared in all five matches and scored one goal in a 4–1 win over Argentina in the final.
Kaká started in his first FIFA World Cup finals in 2006 and scored his first and only goal of the tournament in Brazil's 1–0 victory over Croatia in Brazil's opener, for which he was named Man of the Match. He was unable to keep up the momentum for the remainder of the tournament, as Brazil was eliminated by France in the quarter-finals. In a friendly against rivals Argentina on 3 September 2006, after entering as a substitute, he received the ball off a deflection from an Argentina corner kick and outran Lionel Messi while taking the ball down three quarters of the field to score.
On 12 May 2007, citing an exhaustive schedule of Serie A, Champions League, and national team play, Kaká bowed out of the 2007 Copa América, which Brazil won. After missing out on the Copa América, he returned to play in Brazil's friendly match against Algeria on 22 August 2007.
Kaká participated in the 2009 FIFA Confederations Cup, marking his first international tournament since the 2006 World Cup. His only two goals came in Brazil's group stage opener against Egypt on 14 June, when he scored a goal in the fifth minute and then added a 90th-minute penalty in Brazil's 4–3 victory. He received the Golden Ball as the player of the tournament at the Confederations Cup and was also named the Man of the Match in the final after helping Brazil to a 3–2 win against the United States.
In the 2010 FIFA World Cup, during the 20 June match against Côte d'Ivoire, Kaká received a red card after receiving two yellow cards. The second card was given for an elbow in the direction of Abdul Kader Keïta. Kaká was innocent in the incident leading to the second yellow card, The Telegraph called this "an innocuous off the-the-ball incident". Kaká ended the tournament with three assists in total, and Brazil eventually ended up losing 2–1 to the Netherlands.

Personal life

Kaká with his wife Caroline
Kaká's boots
Kaká married his childhood sweetheart Caroline Celico on 23 December 2005 at a Rebirth in Christ church in São Paulo. Their first child, Luca Celico Leite, was born in São Paulo on 10 June 2008. On 8 December 2010, Kaká announced Celico was pregnant with their second child, a daughter. She was born late at night on 23 April 2011 and named Isabella.
Kaká was sworn in as an Italian citizen on 12 February 2007. He features prominently in Adidas advertising and also has a modeling contract with Armani, the latter preventing him from appearing in a photo collection alongside his Milan teammates that was published by Dolce & Gabbana in early 2007.
Raí, the former Brazilian and São Paulo FC captain, has always been the footballing role model of Kaká.
Kaká's best friend is fellow Brazilian Marcelo Saragosa who plays as a midfielder for the team FC Absheron in Azerbaijan. They both served as best man at each other's wedding.
Kaká is a follower of the evangelical Rebirth in Christ Church and devout evangelical Christian. Kaká became engrossed in religion at the age of 12: "I learnt that it is faith that decides whether something will happen or not." He removed his jersey to reveal an "I Belong to Jesus" t-shirt and openly engaged in prayer moments after the final whistle of Brazil's 2002 World Cup, and Milan's 2004 Scudetto and 2007 Champions League triumphs. He also had the same phrase, along with "God Is Faithful," stitched onto the tongues of his boots. During the postmatch celebration following Brazil's 4–1 win over Argentina in the 2005 FIFA Confederations Cup final, he and several of his teammates wore t-shirts that read "Jesus Loves You" in various languages.
Though sharing a common goal, Kaká is not currently a formal member of the organization Atletas de Cristo ("Athletes of Christ"). In goal celebrations he usually points to the sky as a gesture of thanks to God. Kaká's favourite music is gospel, and his favourite book is the Bible. Since November 2004, he has served as an Ambassador Against Hunger for the UN' World Food Programme, the youngest to do so at the time of his appointment.
On August 2010, EA Sports announceed that Kaká has been chosen for the cover of FIFA 11.
Kaká has a musical side to himself as he performed a song with his wife, Caroline, on her debut album. The song, entitled Presente de Deus, was written by Kaká himself for his wife and was resonated in the church during their wedding in 2005.
His nickname is pronounced as it is spelled, with stress on the second syllable, and is a common term of endearment of "Ricardo" in Brazil. In Kaká's case, it was created by his younger brother Digão calling him "Caca" due to his inability to pronounce "Ricardo" when they were young; it eventually evolved into Kaká.

Career statistics

Club

Club performance
League
Cup
Continental
Total
Season
Club
League
Apps
Goals
Apps
Goals
Apps
Goals
Apps
Goals
Brazil
League
Copa do Brasil
South America
Total
2001
São Paulo
Série A
27
12
7
1
5
0
39
13
2002
22
9
9
6
31
15
2003
10
2
5
0
15
2
Italy
League
Coppa Italia
Europe
Total
2003–04
Milan
Serie A
30
10
4
0
10
4
44
14
2004–05
36
7
1
0
13
2
50
9
2005–06
35
14
2
0
12
5
49
19
2006–07
31
8
2
0
15
10
48
18
2007–08
30
15
0
0
9
3
39
18
2008–09
31
16
1
0
4
0
36
16
Spain
League
Copa del Rey
Europe
Total
2009–10
Real Madrid
La Liga
25
8
1
0
7
1
33
9
2010–11
14
7
3
0
3
0
20
7
2011–12
0
0
0
0
0
0
0
0
Total
Brazil
59
23
21
7
5
0
85
30
Italy
193
70
10
0
63
24
266
94
Spain
39
15
4
0
10
1
53
16
Career total
291
108
35
7
78
25
404
140